selamat datang, salam kenal :)

Senin, April 25, 2016

Kemah Bersama dalam rangka Hari Bumi

Jaringan Intelektuan Muda Kalimantan atau bisa disingkat JIMKa dalam rangka peringatan hari bumi ini mengadakan kegiatan Kemah Bersama. Seluruh elemen muda dari Pramuka, LA2M, dan organisasi-organisasi lainnya diundang dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 22-24 April 2016 ini. 

Ada kurang lebih 150 orang peserta hadir untuk berpartisipasi. Lapangan 2 Mandiangin, Tahura Sultan Adam dalam sekejap menjadi meriah diringi lagu-lagu dari Orkestra dari Rapi Production.

Acara dimulai dari hari Jum'at (22/4) diisi pengarahan oleh panitia, dilanjutkan malamnya ramah tamah oleh panitia dan peserta.

Kemudian Sabtu Pagi (21/4) diawali dengan senam pagi. Ada 3 senam yang dilaksanakan, yaitu senam pramuka, gemu famire, dan senam pinguin. Setelah break sebentar, acara inti dimulai. Ada 2 kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan saat itu, penanaman pohon yang dilaksanakan oleh peserta dan panitia, juga di tempat lain dilaksanakan kegiatan sunnatan massal yang dihandel langsung oleh panitia sunnatan.

Alhamdulillah beberapa dari kami yang menyelesaikan penanaman pohon bisa berkesempatan untuk menyaksikan kegiatan sunnatan massal. 32 Anak berhasil mendapatkan 'bentuk baru'nya dalam waktu kurang lebih 5 jam.

Selesai penanaman pohon dan sunnatan massal, acara pukul 16:00 dilanjutkan dinamika kelompok. Hari hujan tak menyurutkan semangat peserta bertarung dengan kelompok pesaingnya di 5 pos tantangan. Selesai pembagian hadiah kepada 5 kelompok pemenang, tanpa dikomando seisi bumi perkemahan menjadi ajang 'bedangdutan' dan saling membelepotkan tanah ke baju kegiatan yang putih.

Acara malam diisi dengan diskusi bersama ketua umum JIMKA dan beberapa pejabat JIMKa yang lain juga seluruh panitia. Kemudian dilanjutkan acara api unggun dengan beberapa tampilan dari peserta.

Lanjut istirahat malam. Namanya malam minggu ya, dari kami malah diisi dengan bersenda gurau dan bernyanyi-nyanyian hingga jam 1 ketika penerangan dimatikan.

Hari terakhir hari pembagian doorprize berupa kulkas, tiket pesawat, dan hadiah hiburan lainnya. Selesai berkemas doorprize dibagiakan kepada yang beruntung dan sayonara, saatnya pulang.

Jumat, April 08, 2016

Namanya "Unek-Unek"

Kualitas itu bentuknya seperti apa?


Sesuatu yang abstrak memang akan selalu banyak menghadirkan berbagai macam persepsi. Karena tidak kelihatan jelas bentuknya seperti apa maka jadilah pandangan-pandangan individual yang dipakai untuk menterjemahkan seperti apa kualitas itu. Kata yang satu, "kualitas itu kemampuan", yang satunya lagi bilang,"kualitas itu sikap". Dan banyak satu satu lainnnya dengan satu dua pendapat berbeda.

Terlepas dari itu di sini kita berpikir lagi masalah kepentingan individual dengan kepentingan kelompok yang selalu berbenturan. Terlalu banyak tenggang rasa itu tidak baik, ya? Tapi di sekolah dasar dulu kita sudah didoktrin untuk selalu bertenggang rasa. Jengkel rasanya ketika hidup ini sudah termakan begitu banyak permohonan pemakluman. Tak bisa marah saya jelas karena sebagai manusia pun saya tentu minta dimaklumi juga ketika sedang memang ada saatnya untuk dimaklumi.

Seharusnya ada pengorbanan. Loh saya pikir saya berkorban begitu banyak, tampaknya tak ada gubrisan. Lagipula itu hanya pikiran saya. Mungkin saya hanya berkorban perasaan, siapa yang bisa melihat? Fisik saya tetap utuh dan sehat tak terlihat seperti ada satupun bagian yang terpenggal untuk pernah dikorbankan. Selama tak terlihat perubahan itu maka artinya tak ada pengorbanan bagi orang-orang sekitar. Tak muluk-muluk lah saya memang hanya manusia yang meminta diperhatikan. Tak muluk juga orang-orang sekitar saya juga meminta diperhatikan. Ketika kita sama-sama meminta, lalu siapa yang menjadi tokoh pemberi?

Lemah sekali kondisi saya duduk di singgasana ini. Singgasana mewah, namun udara sedang tercemar begitu banyak polusi. Lantai licin memaksa saya berjalan pelan agar tak terpeleset untuk beberapa hal dan keperluan.

Tak akan begitu sulit jika semuanya sejalur.

Tapi jika kesulitan ini begini adanya, maka saya ikhlaskan. 

Selasa, April 05, 2016

Kembali Jatuh

Bantal guling yang sudah tahunan kering dan berdebu, kini kembali basah. Musababnya masih sama dan masih klasik. Masalah hati lagi.

Menyukai dalam diam, bagi si introvert ini, sangatlah melegakan. Hatinya tak kosong dan ia tak perlu bertanggung jawab akan apapun. Tak perlu mengkhawatirkan apapun. Tak perlu menyakiti dan disakiti. Mencapai hitungan tahun rasa itu tetap sama bahkan semakin manis. Lezat dan indah dalam mengalir begitu saja. Ia tak menunggu apapun karena hatinya cukup puas dengan hanya menikmat. 

Hingga tiba satu saat dimana hatinya kepergok.

Bahagia? Sang ekstrovert membelai hatinya yang tertangkap basah dengan lembut. Membuatnya tak mampu berkutik dan saat itu ia merasakan bahagia yang luar biasa. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Mereka saling bermadu kasih dengan saling menyayangi.

Namun bagai duri dalam daging. Dari awal kami sudah tahu bahwa ini semua salah. Ada hati lain yang akan tersakiti, hati yang memiliki lebih dahulu. Mungkinkah ada dua hati? Mungkinkah membagi hati? Maka bergejolaklah antara logika dan perasaan. Awalnya kami masih menutup mata menutup telinga. Kemudian mengakui diri sebagai seorang penjahat. Meyakinkan diri bahwa takkan ada yang tahu.

Tapi tentu semua tak bertahan lama. Logika ini benar-benar menentang. Kembali ia hancurkan si lembut perasaan. Hingga pecah berkeping, hingga mencair menjadi air mata. Berjatuhan kembali di bantal guling yang telah tahunan kering dan berdebu.