selamat datang, salam kenal :)

Kamis, Maret 26, 2015

Everyone is Different

Di umur yang sudah kepala 2, masalah terbesar bukan lagi tentang mama yang mengomel karena kamar yang seperti kapal pecah, ataupun abah yang tak mau membelikan komik.

Bukan lagi tentang surat pernyataan diri untuk tidak ribut di kelas yang harus ditandatangani abah.


Bukan lagi tentang resahnya hp disita saat ujian.


Waw, saya sudah setua ini.. Melarikan diri ke Ibukota dan terpisah dari orang tua. Hanya berjarak 40km memang, dan setiap minggu tetap pulang karena tak bisa terlepas lama dari malaikat-malaikat indah anugerah Tuhan yang ada di rumah ini.
Bertemu  orang-orang yang sama sekali baru, tak ada kenalan sama sekali dan beradaptasi dengan kepengapan Banjarmasin. Hidup sebagai mahasiswa kupu-kupu yang bergelut dengan tugas. Lama-lama mulai mencari tujuan baru dan taraa... Hinggaplah saya di hiruk pikuknya sebuah kerumunan orang-orang yang berketertarikan sama.

Ketertarikan sama, bukan berarti bertujuan sama. Bertujuan sama, bukan berarti bersikap sama.

Saya tak meminta dan saya diberi ini semua oleh Tuhan, betapa saya tak mungkin tak bersyukur. Saya tak mengerti dan mungkin tak berusaha mengerti. Maka hanya memperhatikanlah yang saya lakukan. Mungkin bisa dibilang menikmati..

Tak banyak yang saya lihat. Tanduk-tanduk dan ring angel berjalan hilir mudik di hadapan saya. Sekian tanduk menusuk dan saya memaksa ring angel untuk menerbangkan saya. Menelan sakit. Rasa lupa sering jadi pengobat. Dan saya memang pelupa. Sebagai seorang pelupa, saya bisa melihat sepotong tanduk kadang bisa berubah dan menerbangkan saya layaknya ring angel sebelum saya sempat membencinya. Maka saya tak perlu menghindar lagi.

I'm not you and You'll never be me.