selamat datang, salam kenal :)

Minggu, Oktober 30, 2011

Dear God...


catatan :
Ini seekor anak kucing yang saya temukan di rumah sakit saat saya dan teman-teman sekelas sedang menjenguk guru PKn kami.

Senin, Oktober 10, 2011

Pororo Versi Burung Hantu

Ini tugas seni budaya, mengkreasikan konsep ornamen yang sudah diberikan oleh guru pengajar menjadi gambar apa saja.

Berhubung saya ini adalah orang yang agak kurang bisa berimajinasi, selama 2 minggu ornamen yang ada di buku gambar saya tergeletak begitu saja di lantai kamar. Jujur saya malas mengerjakannya karena bingung mau dijadikan apa.

Saat waktu untuk mengumpulkannya sudah mepet -besoknya harus dikumpul-, barulah saya memaksakan diri mengerjakannya. Untunglah seminggu sebelumnya seorang teman saya memberikan ide "jadiin Pororo aja" katanya.


Jadi dalam waktu beberapa jam, saya ngebut memodifikasi ornamen tersebut.

Hasilnya? Kacaauu.. Saya malah menggambar burung hantu! Burung hantu? Entahlah. Teman-teman saya pun meragukan kemriripan gambar saya ini dengan burung hantu sesungguhnya. Ada juga yang bilang lebih mirip power ranger.
















Ah tau ah. Pokoknya gambar itu mirip burung hantu. yang segitiga mbulet itu jadi paruhnya.

-.-



Jumat, Oktober 07, 2011

Bikin Cokelat

Ini pengalaman kedua saya membuat cokelat. Setelah yang pertama hasilnya agak abstrak, yang kedua ini sedikit lebih bagus. Sedikit lebih berseni.

Kalau yang pertama itu saya membuat cokelat karena bujuk rayu Tias, yang kedua ini inisiatif saya sendiri untuk mengado ulang tahun Bunga Hanika Wibawa yang ke-16.

Selamat ulang tahun, Bung :) Tambah dewasa tambah pinter ya..


Minggu, Oktober 02, 2011

Kemah Awal Musim Hujan

Malam minggu tadi kami berkemah lagi di gunung. Lokasi tetap sama seperti malam minggu sebelumnya, gunung mandiangin, basecamp di Pulau Biru.

Kabut menggerayangi gunung sepanjang malam. Maklum, sabtu sore itu hujan turun lebat di sana. Udara dingin menusuk-nusuk perut saya ketika saya berdiam diri. Oleh karena itulah saya usahakan agar badan saya selalu bergerak. Setidaknya setelah itu saya tidak perlu mengenakan jaket lagi.

Malam itu kami membuat pos-pos di sepanjang jalan sekitar basecamp. Saat tengah malam, kami mendampingi mereka belajar membuat api di salah satu pos pilihan kami. Mencari ranting-ranting di sungai-sungai kering berbatu. Sebagian besar ranting-ranting itu basah. Untungnya api masih bisa menyala. Sekitar jam 3 pagi mereka kami suruh tidur di ponconya dan kami masing-masing menjaga mereka.

Sembari tiduran, saya menatap langit lagi. Berharap mendapatkan pemandangan seperti minggu lalu. Tapi ternyata tidak. Langit hanya menampakkan sedikit bintang. Lama-kelamaan semuanya hilang tertutup awan. Kabut menghalangi bayangan gunung-gunung lain.

Setengah jam kemudian mereka kami bangunkan untuk kembali ke basecamp. Mereka semua tidur di tenda dan kami bergantian tidur sementara yang bangun menjaga mereka.

Sekitar jam 6 mereka kami bangunkan, duduk melingkari api unggun, dan menghangatkan badan mereka. Hanya untuk pengenalan akan hawa subuh di gunung, cukup 30 menit.

Lalu acara puncak; naik ke BENTEEENG! hm.. ufh.. oke, jujur, ke bentengnya batal karena beberapa hal dan banyak pertimbangan. Jadinya kami hanya naik sampai ke kolam Belanda.