selamat datang, salam kenal :)

Selasa, September 06, 2011

Kunjungan yang...

Rumah-rumah berjejer di sepanjang jalan itu.
telpon : tuutt
Tias : halo, bu, rumah ibu yang mana?
Bu Nunu : pokoknya yang catnya warna oren,

Sebuah rumah bercat oranye berdiri di hadapan mereka. Seorang wanita berkerudung masuk, lalu keluar seorang laki-laki paruh baya dari dalam rumah.
Sajid : (berbisik) tias, bu Nunu tambah kurus ya

Mereka : Assalamu'alaikum
si Bapak : Wa'alaikum salam.. eeh, ayo masuk, masuk. Orangnya lagi ganti baju..

Dengan asumsi bahwa si bapak tersebut adalah suami Bu Nunu, mereka pun masuk.
Tias : (berbisik) ko rumahnya berasa beda ya?
Sajid : kita kan sudah setahun ngga ke sini
Tias : hmm

Tri masuk ke dalam rumah duluan, disusul yang lain. Mereka duduk, tanpa malu-malu mulai mengunyah kue-kue yang disediakan.
si Bapak : temen-temennya Astri ya?
Tias : *bengong* (nengok ke Bunga, berbisik) Bung, siapa Astri, Bung?
Bunga : (balas bisik) paling anaknya Bu Nunu
Tias : (menjawab si bapak) eng... iya
si Bapak : temen di sekolah atau di taekwondo?
Tias : (panik, berbisik) anaknya Bu Nunu kan sudah kawin semua?
Bunga : ngga tauuuu (ikut panik)

Seorang gadis seumuran mereka keluar dari kamar,
si Bapak : Astri, ini loh temen-temenmu
Astri : (melihat mereka satu persatu) ... (bengong) ...
Mereka : (bengong) ... (panik)
Astri : eeeh, Tias!
Tias : (tanpa banyak pikir, maju dan menyalami astri) minal aidin walfaidzin ya..
Astri : iya.. Minal aidin.. eh, tadi Edgar mau kesini
Tias : Edgar ngga pulang kampung?
Astri : engga...

Sedikit mengobrol, lalu tias berbisik ke Astri "Astri, rumahnya Bu Nunu yang mana? kami salah rumah.."

Setelah dijawab, dengan menahan malu mereka langsung berpamitan keluar dan menuju rumah aslinya Bu Nunu.

Di luar..
Mereka : kamu kenal dia?
Tias : engga! aku ngga kenal dia.. untung dia nyebut Edgar, temenku di SMA..

Merekapun terkakak-kikik sampai rumah Bu Nunu yang asli..


---
Saya mencoba membayangkan diri berada di posisi Astri, begitu keluar kamar, melihat orang-orang asing duduk di ruang tamu. Salah satu dari orang asing itu adalah teman satu sekolah, seangkatan, tapi bahkan sekalipun belum pernah saling bicara satu-sama lain. Kaget? Pasti. Mereka bilang salah rumah? Mungkin setelah mereka pergi saya akan masuk kamar, menutup wajah dengan bantal, dan terbahak sepuasnya.


---
cerita di atas diposting dengan perubahan seperlunya. Ketidak-akuratan dengan kisah aslinya harap dimaklumi.

Ias, teganya ikam ngebut ninggalakan aku sampai aku nyasar ke parak bandara! ku kira tu handak ke rumah pak arsyad tau lah! untung aku nyasarnya lawan ifan! kalo aku sorangan tu aku sudah bulik tau lah!

2 komentar:

MJ mengatakan...

Takuyaaa.... Lama ga mampir...

Maaf Lahir bathin ya.... mhn maaf kalo da salah-salah.. :)

Asop mengatakan...

Hahahahah ini dia nih, pengalaman bodoh nan lucu yang patut diingat. :D :D

Itu nama Edgar bener2 penyelamat.

Seandainya Astrid tidak kalian bertiga kenal sama sekali... gimana dong?