selamat datang, salam kenal :)

Minggu, September 25, 2011

Kemah Musim Kemarau

Pelantikan. Bukan hanya sekedar dilantik. Tentu saja ada prosesnya. Saya anggota PASMAN, pecinta alam SMA Negeri. Untuk mendapat gelar senior, bukanlah suatu hal yang mudah. Tentu saja. Kami dididik keras walaupun kata para alumni pasman, didikan yang kami jalani masih sangat lembek. "PASMAN itu keras," kata mereka.

Sabtu sore, kami datang ke Gunung Mandiangin. Basecamp kami dikelilingi sungai. Hanya saja, musim kemarau, sungai-sungai kering kerontang. Bukan air yang ada di cekungan itu, melainkan tumpukan tebal daun-daun berwarna cokelat. Saat angin bertiup kencang, daun-daun hijau di pohon bergemerisik, lalu beberapa helaian cokelat jatuh ke tanah.

Saya tidak ingin menceritakan hal-hal menyakitkan yang saya dapat, tapi pengalaman indah yang saya lihat. Tengah malam ketika jurid malam, sekeliling saya gelap. Bulan tidak bersinar terang.

Tapi.. Ketika saya menatap langit, saya disuguhi pemandangan yang menawan. Langit luas yang cerah, bintang bertaburan begitu banyaknya. Berkerlip menggoda. Seakan menemani. Di sebelah kanannya pegunungan berdiri dengan gagahnya. Angin bertiup lembut membelai..

Bukankah itu romantis? Saya memang tidak pandai menggambarkan dengan kata-kata, tapi saya tau jelas bahwa ketika itu saya benar-benar terpesona.

Kapan lagi saya bisa menikmati pemandangan seperti itu? Karena jika saya berada dalam waktu yang sama di tempat yang biasa, mungkin saya masih enggan mengalihkan mata dari layar monitor.

4 komentar:

Chilfia Karunianty mengatakan...

ya bener kalau lagi kemarau gini, malemnya berataburan banyak bintang. :) indah.

Marketing mengatakan...

di tengah yang indah indah biasanya ada aja yang menyakitkannya :(

Merliza mengatakan...

very romantic.. setuju banget.. uda gak ada lagi tuh yang seperti itu di jakarta :(

mygoodnessolivia mengatakan...

di kota besar udah agak sulit ya melihat taburan bintang di langit? :(