selamat datang, salam kenal :)

Sabtu, Juli 30, 2011

kucing lagi

Beberapa minggu yang lalu di pagi hari, rumah saya kedatangan kucing (lagi dan lagi). 1 ibu dan 4 anak = total 5 kucing. Shock lah saya, karena beberapa hari sebelumnya saya pernah bermimpi punya kucing 6 ekor. Saya cari mungkin ada 1 kucing yang keselip, ga ada. Ternyata memang cuma ada 5.

Pagi itu, kucingsnya saya sogok pakai kerak telor dingin biar gak pada kabur sampai saya pulang sekolah. Lalu siangnya saya kasih sop ayam. Malamnya saya beri sosis goreng. Saya pun sibuk merayu king queen agar saya boleh miara satuuuuu saja dari kucing-kucing itu. Jawaban raja dan ratu tetep sama, saya TIDAK diperbolehkan memelihara satupun dari mereka.

Seminggu mereka betah di rumah saya, dan setelah itu mereka HILANG! Tidak lagi dibuang king, tapi mereka pergi atas kehendak si mommy kucing sendiri :( mungkin rumah saya memang tidak nyaman untuk kucing-kucing itu, atau entah kenapa saya sendiri tidak tau.

Setelah itu, rumah saya sepi lagi. Tidak ada lagi yang menyambut saya setiap pulang sekolah.

Lucunya, seminggu kemudian, mereka datang lagi! kyaaa.. >.< tapi kali ini cuma ada 4, si mommy kucing dan 3 anaknya. Kemanakah anaknya yang satu lagi? hanya Tuhan dan ybs yang tahu.























































Sudah seminggu lagi, si kucings tetap ada di rumah saya. King queen biarpun tidak memperbolehkan saya memelihara mereka, tapi tidak marah ketika saya setiap hari memanjakan kucing-kucing ini. Malah membiarkan saja saat anak-anak kucing yang bandel itu keluar masuk dapur dan gudang. Me

Mommy nya kucing ini keren loh, senin lalu dia bawa ayam panggang buat anak-anaknya, lalu tadi pagi bawa ayam goreng. Saya sampai terbengong-bengong melihatnya. Xp. Entah itu nyolong darimana. Manisnya, si mommy ga mau makan sampai anak-anaknya makan. :( *terharu*

Tapi yang menjijikkan, anak-anak kucing ini juga pernah makan burung gereja, trus makan tikus gede =.="

king : liat tuh kucing, jijik ih. ganas.
aku : ya biar, memangnya kita ngasih mereka makan?
king : *diem*

Saya memang hanya memberi makan seadanya ke mereka. Karena biar bagaimanapun, mereka cuma kucing liar yang sebaiknya tidak dimanjakan. Tidak baik untuk perkembangan mental mereka *plaakk!!*

Kamis, Juli 28, 2011

Plan Open Together X2

plan open together X2 (rencana buka bareng x2 - inggris kacau)

Saya alumni X2. Sekarang sudah 3 minggu saya jadi murid kelas XI. Biarpun baru 3 minggu, tetap saja terbersit rasa kangen pada teman-teman X2. Kelas X2 memang bukan kelas yang paling pintar, bukan kelas yang paling nakal, bukan kelas yang paling pendiam, bukan kelas yang paling seru, bukan kelas yang paling bodoh, bukan kelas yang paling dan paling. Tapi biar bagaimanapun, selama setahun saya telah menghabiskan hari-hari saya di sana. Apalagi rakyat-rakyat X2 lebih sering menghabiskan jam istirahat di kelas daripada di kantin, jadilah kami akrab satu sama lain.

Bulan puasa tinggal menghitung jari (?). Acara buka puasa bareng digelar dimana-mana. Tidak mau ketinggalan, kami, X2, juga merencanakan buka puasa bareng sekalian reuni-reunian.

"Buka puasa bareng yoo"
"Di mana?"
"Di rumah Rela aja? hampir semua X2 tau rumahnya Rela kan"
"Trus makanannya?"
"Males repot. Gado-gado yuk? Ntar mamanya Fatimah yang bikinin"
"Ga ada sayurnya.. Pecel aja"
"Ga mau! Ga suka sayur!"
"Gimana kalo nasi sop?"
"Nasi goreng ajaa.."
"Voting oy voting!"
--voting--
"Nasi goreng paling banyak.."
"Ga mau! Nasi goreng kan seret! Buka puasa tu jangan nasi goreng!"
"Yaudah gimana? Nasi sop?"
"Nasi sop ya, yaudah deh.. Mamanya Fatimah kan yang bikin?"
"Iya, trus kue nya apa? bolu apa puding?"
"Puding!!"
"Okeh, Bayarnya 12 ribu.."
"Iya.. Eh, tapi nanti ngebawa kuah sopnya gimana?"
"Ntar deh kita atur, pake angkot kek ato gimana.."
"Yasudah, akur ya.. Tanggal 5 ya"
"Nggih!"

Akhirnya semua rencana beres dalam waktu beberapa hari.

Hingga tadi siang, seorang anak di kelas saya sekarang bertanya pada teman-temannya dengan suara agak keras.

"Eeh, nanti X5 mau buka puasa bersama dimana? Obonk atau Wong Solo atau Azzahra?"

Saya yang lagi makan lumpia dan Nia yang lagi menulis kemudian terdiam selama sedetik. Saling berpandangan, lalu sama-sama tertawa miris. "Anak-anak di kelas kita kan nggak semuanya keadaan ekonominya bagus" lalu tersenyum, dan kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.

Minggu, Juli 10, 2011

mirc

Bagi pelajar seperti saya yang tidak punya rencana liburan bareng keluarga, otomatis sebagian besar waktu liburan saya habiskan di rumah. Kadang sih membosankan. Tapi saya bersyukur saja karena saya masih bisa mengakses internet dari rumah. Paling tidak saya bisa mengobati kebosanan saya. Orang tua saya juga lebih suka saya seharian duduk di depan komputer daripada saya kelayapan ga jelas kemana. hehe

Setiap harinya sih, saya main facebook, blogwalking dikit-dikit, ngetwit atau apa lah. Tapi yang jadi favorit saya di liburan kali ini adalah MIRC.

Ga asing dong sama logo di atas? ;;)

Mungkin MIRC biasanya lebih dominan dipakai untuk chatting atau cari teman atau mungkin cari pacar Xp. Tapi saya jauh lebih tertarik untuk main game di sana. Seru... Lumayan dikit-dikit nambah pengetahuan, ngasah otak, dan latihan ngetik cepat beradu dengan pemain lainnnya.

Gamenya ada di channel Surabaya. Saya memakai server Ircnet, jadi di situ bot nya adalah 'misca'. hehe...

12 hari saya main game ini, dari yang awalnya saya cuma rank 2000 ke atas, sekarang sudah melejit menjadi rank 25, jabatan warga RT. yeah!

Yah... Hanya saja saya tau diri, besok saya sudah mulai sibuk lagi dengan rutinitas di sekolah.

Liburan ┒('o'┒) Saya (┌','┐) End ┒(˘- ˘ )┎
so
Mirc! Saya! End juga! hueeaaaaa T.T
Tapi mungkin saya akan sedikit curi-curi kesempatan buat mainin game ini lagi. hehehe. Udah keburu jatuh rame siiih..

Ok, besok sekolah, sedangkan sekarang saya masih belum selesai menyampuli buku-buku pelajaran saya. Aiiiihh... bye! :D

Kamis, Juli 07, 2011

Uji Otak dari Sang Cerpenis

Mbak Fanny (http:// just-fatamorgana.blogspot.com) barusan bikin kuis uji otak di blognya. Siapa tau beruntung, saya ikutan deh. Hadiahnya lumayan, sebuah novel... Whuaa

petunjuknya

5+3+2 =151022

9+2+4 =183652

8+6+3 =482466

5+4+5 =202541

6+5+9 =305479

Jadi, pertanyaannya, 7+7+7=...

okeh Mbak, jawaban saya 7 + 7 + 7 = 494991

Smoga aja bener yah, hehe.. Dulu saya juga pernah dikasih soal ky gini sama temen, lamaaa baru bisa jawab soalnya di kelas ribut waktu itu..

Saya pilih novel yang judulnya Zona Tsunami karya Dewie Sekar

Selasa, Juli 05, 2011

Me and My Kite-Mate

Bosan liburan di rumah, saya berinisiatif ke rumah teman saya yang berada di Desa Jingah Habang, kecamatan Karang Intan, kabupaten Banjar. Namanya Fatimah.

Rumahnya cukup jauh. Mungkin sekitar 20 km dari rumah saya. Setengah jam saya baru sampai sana. Tapi no problemo.. Daripada liburan cuma diem di rumah, atau menghabiskan uang, mending saya main di sana. Tujuan saya ke sana itu untuk : main layang-layang! :D di sekitar rumah saya ga bisa sih, terlalu banyak bangunan =.=

Sekitar jam 11 pagi saya sampai di sana. Trus saya bersama Fatimah langsung nyari warung yang jual layangan. Karena layangan kertas minyak sudah habis, jadinya kami beli layangan dari plastik. Murah deh, cuma 2ribu.


(yang di pantai itu kebih kecil dari ini tapi harganya 5ribu =.=)









Layang-layang saya beri buntut dari koran agar mudah terbang. Setelah segalanya siap, saya bersama Fatimah langsung ngambil tempat di bawah pohon di tengah-tengah ladang bunga melati, yang agak jauh di sebelah timur dari rumah Fatimah (karena desa, di sana banyak kebun, dari kebun melati, kebun kenanga, sawah, dan kebun-kebun yang lain). Kita terbangin deh layangannya. Beberapa puluh menit berlalu. Beberapa kali pula benang gelasan saya nyangkut di pohon. Hari semakin panas, saya dan Fatimah menyerah. Kami kembali ke rumah Fatimah.

Sore datang. Jam setengah 4. Kami kembali ke ladang, kali ini ke sawah yang lagi dipanen. Angin bertiup kencang. Tapi, anginnya itu malah bertiup ke arah matahari bersinar. Yah, jadilah saya menantang matahari, main layangan sambil kedip-kedip mata. =.=" Panas boook..

Tidak jauh dari tempat saya menarik ulur layangan, ada 2 petani sedang memanen padi. Dengan baik hatinya mereka menunjukkan saya tempat berteduh, di bawah sebuah pohon kecil. Ya wis saya turutin. Saya duduk beralaskan batang-batang padi kering sambil menarik ulur layangan, sekalian ngobrol sama Fatimah dan 2 bocah kecil anak-anak petani tersebut.

Lama saya bermain di sana. Saya ulur benang gelasan saya sampai maksimal. Layangan saya terbang jaaauuh ke arah barat, ke arah matahari bersinar. Untungnya tidak ada layangan lain yang mencoba memutuskan layangan saya. Tapi karena saya lengah, benang gelasan saya malah nyangkut lagi di pohon tempat saya berteduh. Ya elah...

Hari beranjak sore. Jam 5, saya janji sama orang rumah buat pulang jam segitu. Jadi yaudah, kaleng benang gelasan saya sangkutin ke pohon tempat nyangkutnya benang gelasan saya. Saya ajak Fatimah balik ke rumahnya, sedangkan layangan saya masih terbang dengan gagahnya di arah barat. Sepanjang perjalanan saya berkoar-koar, "layanganku tu! Hebat kan bisa terbang sendiri!"

Saat berjalan mendekati rumahnya Fatimah, layangan saya masih terbang. Tapi ada yang berbeda, layangannya bergerak-gerak ke sana kemari. Oh! Ada 2 layangan lain yang ngajakin layangan saya bertarung! Gile aje wong layangan saya berusaha sendiri tanpa bantuan saya, kasian sih.. Tapi, yaudah saya tinggalin aja. Kalo emang ga jodoh sama layangan itu yaudah. Kalo putus, pasti ada yang ngambil kan..

Sampai di depan rumah Fatimah, ada sesuatu yang bergerak melayang di atas.

Waaaaaa itu layangan saya! layangan saya! layangan saya putus! Hebohlah saya dan Fatimah. Kami langsung sama-sama mengejar layangan biru berbuntut itu. Tapi yang menyebalkan, ada seorang anak laki-laki baru gede yang ikutan ngejar. Akh menyebalkan. Itu punya gue woooyy!!

Anak laki-laki itu malah naik-naik bangunan balai desa untuk menangkap si layangan saya. Tapi layangan saya tetap terbang, dan saya tetap mengejarnya. Hingga akhirnya layangan itu hinggap di telapak tangan saya.

"Layangannya gamau pisah sama kamu, Rel. Dia pengen kamu bawa pulang kali. Kasian tuh dia sudah berusaha gitu nemuin kamu" gurau Fatimah saat saya berniat menitipkan layangan saya di rumah dia. hehe.. Jadi akhirnya layangan itu saya bawa pulang dengan penuh perjuangan. Sampai rumah, buntutnya udah copot, huhu... Tapi gapapa, yang penting dia ada di rumah saya sekarang, 'my kite-mate', hehe

--
lucu.

temennya ibunya fatimah : dari mana? nginep di sini, ya?
saya : engga, nanti sore pulang. hehe. dari sei. pering, di jl. anu.. hehe

gadis kecil temennya fatimah : nginep di sini ya?
saya : nanti sore pulang, hehe

cowok gede temennya fatimah : fat, main layangannya sampai kpn?
fatimah : sampai jam 5 aja. tmn ku takut pulang kesorean
cwk gd tmnny f : kenapa ga nginep aja
saya : gamau, hehe

Amin, adiknya fatimah : nginep di sini aja ka, nanti kaka tidur di sini, ka Fatimah di sini, Amin di sana..
saya : kaka pulangnya sore aja, Min, he

Petani : Nginep di rumahnya Fatimah ya de?
saya : engga, hehe
p : dari Jawa ya?
s : *gubraaak* engga,
p : dimana rumahnya?
s : di sei.pering, hehe

Kenapa begitu banyak yang membahas nginap-nginap itu ke saya yah, eng... apa karena wajah saya yang terlalu 'asing'? uuung =.=" Keliatan deh orang sana tu kenal banget satu sama lain, saling sapa kalo ketemu. Dan saya terlalu terbiasa hidup mengurung diri di rumah =.=

sampai rumah
saya : maaaa, muha ulun ni Jawa banar kah?
mama : iyalah, bapaknya orang Jawa ko. tapi kada bisa bahasa jawa, *ktawa*

Minggu, Juli 03, 2011

Mengejar Sunset

Report of hunting with Melati Ning Tias.

Judulnya memang 'mengejar sunset', tapi lebih tepat mungkin jika saya beri judul 'mengejar maut'. Rasanya ngeri berada di atas motor yang melaju kencang di tengah-tengah dua buah mobil yang berselisihan. Benar-benar mengejar maut =.="

Endingnya, kami ketinggalan sunset. Yah, yasudahlah...













lokasi : Gunung Villa, Cempaka
Fotografer : Rela Rahmah
Kamera : FF Finepix JV 150


Cuma berdua, dua-duanya perempuan, di gunung, senja gitu lagi.. Menakutkan, menyeramkan, mendebarkan.. Tapi, menyenangkan! ^^
















Fotografer : Melati Ning Tias
Jam : tujuh kurang sekian sekian

Jumat, Juli 01, 2011

Liburan Perpisahan X2

Saya anak SMAN 1 Martapura, dan masuk ke dalam perkumpulan rakyat X2.

Semua berawal saat guru matematika menyuruh kami mengcopy modul 'dimensi tiga'.
suara 1 : ayo kumpulan
saya : pake uang kas aja
suara 1 : nanti uang kasnya habis
saya : uang kas kan emang buat keperluan kelas
suara 1 : nanti gimana kita jalan-jalan pas habis ulangan?
saya : tapi uang kas itu buat kelas
suara 2 : kelas 11 nanti kita kepisah-pisah, Rel. Masa ga mau bikin acara, biar ada kenangan.
saya : hmm.. yasudah

Saat bikin rencana