selamat datang, salam kenal :)

Minggu, Agustus 21, 2016

The Soloist 2

Jadi rumah biola tempat saya kursus tahun ini mengadakan recital kembali untuk siswa-siswa didiknya yang notabene sudah 50an orang. Tahun kemarin juga ada recital yang diberi nama soloist 1. Berhubung saya baru sejak Januari kemarin ikut kelas biola, jadi baru bisa ikut recital yang tahun ini. Soloist 2 mengambil tema "Konser Boleh Salah". hihi, asik ya. Kata Pak Yuli, ini supaya anak-anak tidak terlalu menganggap konser itu beban, karena kalo dengar istilah "konser" pasti gugup sekali rasanya.

The Soloist 2 ini diadakan di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Banjarmasin. Acaranya dibagi dua sesi, sesi pertama dari pukul 15.00-18.00 kemudian malam puncak atau sesi kedua dari pukul 20.00-selesai.

Sebenarnya saya sendiri kedapatan jatah di sesi kedua, tapi betah aja gitu nontonin anak-anak lain tampil di panggung berjam-jam. Seru, ada yang baru sebulan latihan dan masih belajar, tapi sudah berani tampil. Ada juga yang sudah cantik banget mainnya dengan lagu yang lembut, gak fals, vibranya dapet, dan kostumnya cocok.

Selain biola juga ada yang menampilkan piano. Gak banyak sih, tapi ada.

Saya sendiri duet sama salah seorang pianis usia remaja, Muhammad Rahul. Kita main lagu  Jar of Heart nya Christina Perri.





Good Job, Boy! Nice duet. 


Setelah semuanya selesai, pertunjukan ditutup dengan beberapa lagu yang dibawakan oleh Pak Yuli dan Band nya. Penampilan yang betul-betul memukau hadirin.




Senin, Agustus 15, 2016

Si Antagonis

Tak perlu menjadi jahat untuk disebut jahat. Selama ada pihak yang merasa dijahati, maka kau lah yang akan jadi penjahatnya.

Ironi dan Tragedi

lari tak ada guna. diam tak ada hasil. kalau tak ada jaminan kenapa mesti diteruskan? tak harus minta pengakuan. semua orang takkan percaya. lakukan saja! bahkan kedelai tak akan jatuh di lubang yang sama. bertahan hidup tak melulu tentang makan dan minum seperti si kedelai. ketika tak ada yang bisa dipercaya, ada satu yang takkan berkhianat. ada banyak cara Nya untuk memberi tahu. 

kamu yang megang remot tivi, kalo mulai nggak suka ya matikan!

nggak usah bikin pengakuan apapun. lakukan aja. 

kamu mengorbankan yang kamu suka untuk menghindari mudhorot yang lebih fatal. 

istirahatlah dulu. ada satu yang harus kamu jadikan fokus untuk sekarang. 

masih banyak hal harus kamu syukuri. 


-- terimakasih, karena ada di saat semua terasa berkhianat -- 

Senin, April 25, 2016

Kemah Bersama dalam rangka Hari Bumi

Jaringan Intelektuan Muda Kalimantan atau bisa disingkat JIMKa dalam rangka peringatan hari bumi ini mengadakan kegiatan Kemah Bersama. Seluruh elemen muda dari Pramuka, LA2M, dan organisasi-organisasi lainnya diundang dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 22-24 April 2016 ini. 

Ada kurang lebih 150 orang peserta hadir untuk berpartisipasi. Lapangan 2 Mandiangin, Tahura Sultan Adam dalam sekejap menjadi meriah diringi lagu-lagu dari Orkestra dari Rapi Production.

Acara dimulai dari hari Jum'at (22/4) diisi pengarahan oleh panitia, dilanjutkan malamnya ramah tamah oleh panitia dan peserta.

Kemudian Sabtu Pagi (21/4) diawali dengan senam pagi. Ada 3 senam yang dilaksanakan, yaitu senam pramuka, gemu famire, dan senam pinguin. Setelah break sebentar, acara inti dimulai. Ada 2 kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan saat itu, penanaman pohon yang dilaksanakan oleh peserta dan panitia, juga di tempat lain dilaksanakan kegiatan sunnatan massal yang dihandel langsung oleh panitia sunnatan.

Alhamdulillah beberapa dari kami yang menyelesaikan penanaman pohon bisa berkesempatan untuk menyaksikan kegiatan sunnatan massal. 32 Anak berhasil mendapatkan 'bentuk baru'nya dalam waktu kurang lebih 5 jam.

Selesai penanaman pohon dan sunnatan massal, acara pukul 16:00 dilanjutkan dinamika kelompok. Hari hujan tak menyurutkan semangat peserta bertarung dengan kelompok pesaingnya di 5 pos tantangan. Selesai pembagian hadiah kepada 5 kelompok pemenang, tanpa dikomando seisi bumi perkemahan menjadi ajang 'bedangdutan' dan saling membelepotkan tanah ke baju kegiatan yang putih.

Acara malam diisi dengan diskusi bersama ketua umum JIMKA dan beberapa pejabat JIMKa yang lain juga seluruh panitia. Kemudian dilanjutkan acara api unggun dengan beberapa tampilan dari peserta.

Lanjut istirahat malam. Namanya malam minggu ya, dari kami malah diisi dengan bersenda gurau dan bernyanyi-nyanyian hingga jam 1 ketika penerangan dimatikan.

Hari terakhir hari pembagian doorprize berupa kulkas, tiket pesawat, dan hadiah hiburan lainnya. Selesai berkemas doorprize dibagiakan kepada yang beruntung dan sayonara, saatnya pulang.

Jumat, April 08, 2016

Namanya "Unek-Unek"

Kualitas itu bentuknya seperti apa?


Sesuatu yang abstrak memang akan selalu banyak menghadirkan berbagai macam persepsi. Karena tidak kelihatan jelas bentuknya seperti apa maka jadilah pandangan-pandangan individual yang dipakai untuk menterjemahkan seperti apa kualitas itu. Kata yang satu, "kualitas itu kemampuan", yang satunya lagi bilang,"kualitas itu sikap". Dan banyak satu satu lainnnya dengan satu dua pendapat berbeda.

Terlepas dari itu di sini kita berpikir lagi masalah kepentingan individual dengan kepentingan kelompok yang selalu berbenturan. Terlalu banyak tenggang rasa itu tidak baik, ya? Tapi di sekolah dasar dulu kita sudah didoktrin untuk selalu bertenggang rasa. Jengkel rasanya ketika hidup ini sudah termakan begitu banyak permohonan pemakluman. Tak bisa marah saya jelas karena sebagai manusia pun saya tentu minta dimaklumi juga ketika sedang memang ada saatnya untuk dimaklumi.

Seharusnya ada pengorbanan. Loh saya pikir saya berkorban begitu banyak, tampaknya tak ada gubrisan. Lagipula itu hanya pikiran saya. Mungkin saya hanya berkorban perasaan, siapa yang bisa melihat? Fisik saya tetap utuh dan sehat tak terlihat seperti ada satupun bagian yang terpenggal untuk pernah dikorbankan. Selama tak terlihat perubahan itu maka artinya tak ada pengorbanan bagi orang-orang sekitar. Tak muluk-muluk lah saya memang hanya manusia yang meminta diperhatikan. Tak muluk juga orang-orang sekitar saya juga meminta diperhatikan. Ketika kita sama-sama meminta, lalu siapa yang menjadi tokoh pemberi?

Lemah sekali kondisi saya duduk di singgasana ini. Singgasana mewah, namun udara sedang tercemar begitu banyak polusi. Lantai licin memaksa saya berjalan pelan agar tak terpeleset untuk beberapa hal dan keperluan.

Tak akan begitu sulit jika semuanya sejalur.

Tapi jika kesulitan ini begini adanya, maka saya ikhlaskan.